Rabu, 19 Desember 2018

Operant Conditioning Theory: B. F. Skinner

Balik lagi di blog yang keren ini, nah setelah tulisan sebelumnya tentang parfum, maka sekarang akan serius pembahasan kita. Blog Izma World yang kali ini akan membahas tentang salah satu teori psikologi yang terkenal yaitu teori "Operant Conditioning" yang dikemukakan oleh Skinner. 



Pandangan dunia teoritis Skinner (1953, 1969) menunjukkan bahwa manusia dapat memiliki  "kebebasan" dengan mengenali bahwa mereka dapat mengendalikan dan membentuk perilaku. Perspektif ini disebut sebagai operant conditioning dan didasarkan pada keyakinan bahwa kita dapat memilih perilaku apa yang akan diperkuat dalam kehidupan kita sendiri. Menurut teori perilaku Skinner, empat jenis operant conditioning adalah: penguatan positif, penguatan negatif, punishment, dan extinction. 


1. Positive Reinforcement


Dengan penguatan positif, perilaku tertentu diperkuat dengan mengalami kondisi positif. Seperti yang dijelaskan Skinner dalam penelitiannya, seekor tikus lapar menekan sebuah tuas di dalam kandangnya dan menerima makanan. Makanan adalah kondisi positif bagi tikus lapar. Tikus itu menekan tuas lagi, dan sekali lagi menerima makanan. Perilaku tikus menekan menekan tuas diperkuat oleh konsekuensi menerima makanan. Dari teori operant conditioning, diyakini bahwa seekor tikus belajar mengendalikan atau mengarahkan perilakunya untuk memastikan bahwa kondisi atau hasil positif akan terus berlanjut dari tindakan tersebut.



2. Negative Reinforcement

Penguatan negatif, bila perilaku tertentu diperkuat oleh konsekuensi dari penghentian atau penghindaran kondisi negatif. Skinner menggambarkan bagaimana bentuk pembelajaran ini terjadi dengan melihat reaksi seekor tikus yang diberi kejutan listrik ringan di kakinya saat ditempatkan disebuah kandang. Kejutan listrik adalah kondisi negatif bagi tikus. Tikus kemudian menekan sebuah tuas di kandang yang ternyata menghentikan sengatan listrik. Tak lama kemudian, tikus menerima kejutan lain, menekan tuas lagi, dan kejutan itu berhenti lagi.Skinner menyimpulkan bahwa tikus tersebut belajar mengasosiasikan penekanan tuas di kandang dengan mengurangi kondisi negatif. Prinsip ini menghasilkan definisi tentang penguatan negatif dalam teorinya tentang operant conditioning.


3. Punishment

Menurut Skinner, hukuman akan memberikan kontribusi untuk belajar. Dari perspektif teori operant conditioning, istilah hukuman menggambarkan perilaku yang dilemahkan sebagai akibat mengalami kondisi negatif di lingkungan. Sebagai contoh, seekor tikus menekan sebuah tuas didalam kandangnya dan langsung menerima sengatan listrik ringan. Sengatan listrik adalah kondisi negatif bagi tikus. Tikus menekan tuas lagi dan mengalami kondisi negatif lagi dengan menerima kejutan lain. Pada pengamatan lebih lanjut, Skinner mencatat bahwa perilaku terus tikus menekan tuas melemah akibat konsekuensi menerima kejutan listrik setiap kali tindakan tersebut dilakukan oleh tikus tersebut.



4. Extinction


Konsep ini menggambarkan perilaku yang melemah atau tidak lagi diraih akibat tidak mengalami kondisi positif atau negatif di lingkungan. Percobaan Skinner menunjukkan bagaimana extinction terjadi ketika seekor tikus menekan sebuah tuas di dalam kandang dan tidak ada yang terjadi. Artinya, tidak ada kondisi positif maupun negatif yang dihasilkan saat tikus memulai perilaku ini. Skinner mengamati bahwa penekanan tuas di kandang sangat lemah dan dalam banyak kasus benar-benar padam saat tikus tidak mengalami hasil positif dari perilaku awal ini.






DAFTAR PUSTAKA

Ivey. A. E., dkk. (2009). Theories of Counseling and Psychoterapy Sixth Edition. Pearson Education, Inc: USA.


9 komentar: